Home » Uncatagories » warga Binaan Rutan Labuhan Deli punya hasil karya Nilai Jual

warga Binaan Rutan Labuhan Deli punya hasil karya Nilai Jual

gambar.png

Kalapas Rutan Kelas II B Labuhan Deli Bangga ,warga Binaannya bisa menciptakan hasil karya nilai Jual

LABUHAN-Thejakartatimes

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, Amd, IP, SH.merasa bangga melihat sebanyak 20 warga binaanya bisa membuat hasil karya untuk diperdagangkan ,Jumat 16/11

Meskipun di tengah keterbatasan ruang dan gerak,sebanyak20 warga binaanya bisa membuat  hasil karyanya didalam Pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas II B Labuhan Deli cukup bervariatif dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Hasil karya mereka yang bisa diperjual belikan seperti sapu lidi, membuat pesanan papan bunga, prakarya mirip kapal pesiar, Masih banyak lagi kualitasnya sangat baik dan bisa dipasarkan di luar Rutan,

Lewat karya tangan para warga binaan tersebut maka terciptalah suatu karya yang layak diberikan acungan jempol. Dimana warga binaanya bisa menciptakan terobosan membuat kerajinan sapu lidi, yang mendapat dukungan dari Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, Amd, IP, SH.

Diantara warga binaan yang membuat hasil karyanya Sakti Putra Nasution mengatakan dalam ruangan Rutan ini untuk ide pembuatan kerajinan sapu lidi tersebut timbul atas rasa keprihatinan senasib dan sepenanggungan dalam menjalani masa hukuman di Rutan Labuhan Deli, Tidak disangka dan tidak diduga ternyata idenya itu mendapat dukungan dari WBP. Ide membuat sapu lidi itu muncul tiba-tiba aja Bang, dengan dasar senasib dan sepenanggungan. Dan yang lebih menggembirakan lagi ternyata ide itu langsung didukung Pak Nimrot,” kata Sakti, Warga Binaan.Lanjut Sakti, Dari hasil karya ini yaitu pembuatan sapu lidi tersebut dirinya memberikan upah sebesar Rp1500, Untuk setiap satu batang sapu lidi kepada setiap WBP, Jumlah pekerjanya yang kesemuanya WBP sekitar 20 orang.

Dimana hasil karya itu yang dapat diperdagangkan harganya bervariasi, mulai dari harga Rp.6000-13.000, dimana cara memperdagangknnya   selain menjual kepada keluarga WBP yang berkunjung ke Rutan, juga hasil karya ini sapu kami dengan menjual ke daerah Titi Papan, Petisah, Tanjung Morawa dan Irian Supermarket lewat bantuan Pak Ka Rutan,” katanya lagi.

Sementara Kepala Rutan Klas II B Labuhan Deli Nimrot Sihotang, Amd, IP, SH mengatakan pada prinsipnya Rutan memiliki konsep memanusiakan manusia. Oleh karena itu ketika Sakti Putra Nasution dan beberapa WBP menyampaikan ide membuat sapu lidi itu saya kaget dan langsung setuju dan bahkan memfasilitasi mereka.

Lanjut Nimrot, dalam hal kaitan pembuatan sapu lidi tersebut Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rasyid sendiri sangat mengapresiasi hasil kerja para WBP.Pihak Rutan kita memang Belum pernah mengundang pihak pemko dan kita mencoba untuk mengundang ataupun mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang dalan hal ini Dinas Koperasi ataupun Dinas Kebersihan.untuk dapat menikmati hasil karya warga Binaan agar pihak pemko dapat mempalisitasi hasil karya warga binaan ujar Nimrot

“Kita memang belum pernah mengundang Pemko Medan apalagi mendapat bantuan dari Dinas terkait tentang bagaimana cara menjual dan memasarkan hasil karya anak bangsa warga binaan pemasyarakatan Rutan Klas II Labuhan Deli ini,” kata Nimrot.Dari hasil kerajinan karya  dari warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B Labuhan Deli Kota Medan Sumatera Utara memiliki nilai ekonomis dan nilai jualnya . {Binsar Simatupang }

warga Binaan Rutan Labuhan Deli punya hasil karya Nilai Jual Reviewed by on . Kalapas Rutan Kelas II B Labuhan Deli Bangga ,warga Binaannya bisa menciptakan hasil karya nilai Jual LABUHAN-Thejakartatimes Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas Kalapas Rutan Kelas II B Labuhan Deli Bangga ,warga Binaannya bisa menciptakan hasil karya nilai Jual LABUHAN-Thejakartatimes Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas Rating: 0
scroll to top