Home » EKONOMI » Tiga BBPJN Kementerian PU Berhasil Lampaui Krisis

Tiga BBPJN Kementerian PU Berhasil Lampaui Krisis

IMG-20160108-WA0033

Ir. Susalit Alius CES Ketua Tim Percepatan Wilayah Barat

Jakarta – Awal Agustus lalu, tim percepatan pembangunan infrastruktur  jalan mulai bekerja sesuai dengan SK Dirjen Bina Marga No. 3 Tahun 2015, berdasarkan arahan Dirjen.  Saat itu, berdasarkan data Emonitoring, rata-rata capaian keuangan Bina Marga 25% dan fisik 29%. Berdasarkan data-data tersebut, tim percepatan wilayah barat ditugasi untuk membantu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), yakni Balai I, II, III, IV, V, dan VII, seluruh Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Demikian dikatakan ketua tim percepatan wilayah Barat Ir. Susalit CES di Jakarta baru-baru ini. Menurut Susalit, dari ke enam Balai tersebut, ditemukan 3 Balai yang progresnya dibawah rata-rata Bina Marga yaitu; BBPJN IV, V, dan VII, dimana Balai IV 23,91%, Balai V 19,64% dan Balai VII 22,03%, sedangkan Balai I = 33%, Balai II = 28,77% dan Balai III = 27,1%.

“Saat itu memutuskan tiga Balai, yakni; Balai IV, Balai V dan Balai VII dijadikan pasien UGD. Adapun paket-paket yang dianggap kritis BBPJN IV : di Banten dari 9 paket yang di monitoring 3 paket diantaranya potensi  terserap dan 6 paket kritis, DKI Jakarta dari 7 paket yang dimonitoring 3 paket potensi terserap, 1 paket kritis, 3 paket  batal tahun 2015, sedangkan Jawa Barat dari 3 paket yang dimonitoring ketiganya terserap,” ujar Susalit.

BBPJN V : Jawa Tengah 38 paket yang terdiri dari Solo – Kertosono 12 Paket, paket lainnya 26 paket; Solo – Kertosono hanya  terserap 1 paket, 11 paket potensi kritis karena lahannya belum bebas, paket lainnya 26 paket yang terserap 20 paket. Potensi kritis 5, 1 paket batal tahun 2015, di Jawa Timur dari 7 paket yang dimonitoring 3 paket terserap, 4 paket potensi  kritis.

BBPJN VII : Kalimantan Timur 15 paket yang dimonitoring 9 paket potensi terserap, 1 paket kritis dan 5 paket belum  kontrak, Kalimantan Tengah, dari 16 paket yang dimonitoring semuanya belum kontrak, dan Kalimantan Selatan, dari 4 paket  yang dimonitoring semuanya belum kontrak.

Adapun di Kalimantan Utara dari 12 paket yang dimonitoring, 9 paket potensi terserap, 3 paket kritis, sedangkan Kalimantan  Barat dari 29 paket yang di monitoring, 15 paket potensi terserap, 8 paket kritis, 6 paket belum kontrak.

Di ungkapkan oleh Susalit, target yang diberikan pada tim percepatan oleh pak Dirjen pada bulan September prores harus  mencapai 40% dan bulan Oktober 60% dan pada akhir bulan November sudah harus mencapai 80%.

Berdasarkan target yang sudah ditentukan tersebut, anggota tim berkeliling ke paket-paket yang kritis tersebut di BBPJN  IV, V, dan VII.  Dari hasil tim monitoring sebulan setelah itu, dari 9 paket yang bermasalah ada 3 paket potensi terserap, dan 6 paket  kritis.

Untuk mengejar ketertinggalan capaian target tersebut, dibuatlah kesepakatan-kesepakatan dengan para kontraktor, konsultan,  dan PPK agar menambah tenaga SDM, peralatan, material, namun tidak menambah biaya.

Setelah tim percepatan turun kelapang an, progress yang semula, fisik 51,01%, keuangan 41,08%, saat ini sudah mencapai;  fisik 74,02% dan keuangan 62%, dengan harapan akhir November bisa mencapai 80% sesuai dengan target yang ditentukan Dirjen  Bina Marga. (EOS)

Tiga BBPJN Kementerian PU Berhasil Lampaui Krisis Reviewed by on . [caption id="attachment_13836" align="alignleft" width="800"] Ir. Susalit Alius CES Ketua Tim Percepatan Wilayah Barat[/caption] Jakarta - Awal Agustus lalu, ti [caption id="attachment_13836" align="alignleft" width="800"] Ir. Susalit Alius CES Ketua Tim Percepatan Wilayah Barat[/caption] Jakarta - Awal Agustus lalu, ti Rating: 0
scroll to top