1:16 am - Saturday November 1, 2014

Sutarman Kapolri Baru

Calon Kepala Kepolisian RI Komjen Sutarman didukung bulat oleh Komisi III sebagai Kapolri yang baru, menggantikan Jenderal polisi Timur Pradopo yang memasuki masa pensiun.
Saat berlangsung Fit and Proper Test yang dipimpin Pieter Zulkiefli sebagai Ketua Komisi III yang baru. Yang dimulai sejak  pukul 10.00 Wib, pada tanggal 17 Oktober 2013 di Gedung DPR Jakarta.
Komjen Sutarman langsung dicecar banyak pertanyaan penting dari  anggota Komisi III. Utamanya atas penanganan tindak pidana yang belum dituntaskannya  selama ia menjabat Kabareskrim di Mabes Polri.
Aziz Syamsuddin Wakil Ketua Komisi III dari  Fraksi Partai Golkar dalam menyampaikan pertanyaannya mengingatkan pentingnya koordinasi dan soliditas Polri ditangan Kapolri baru.
Taslim dari FPAN menyatakan juga pentingnya keteladanan dari Kapolri. Jangan sampai kejadian Duo Kapolri yang pernah dialami Kapolri Bimantoro dan Kapolri Chaeruddin terulang.
Sutarman saat menjelaskan jawabannya, tidak membantah bahwa masih ada sejumlah kasus pidana  yang belum selesai ditanganinya. “Ini bukan berarti para penyidik Polri tidak bekerja. Sejumlah tindak pidana yang sedang ditangani Kabareskrim masih  butuh kelengkapan bukti dokumen. Dengan demikian berkas  penyidikannya tidak bolak balik lagi di Kejaksaan Agung. Agar supaya  bisa dibawa ke meja persidangan”, paparnya.
Eddy Sadeli dari Fraksi Partai Demokrat  mengiyakan Sutarman relatif mulus sebagai  Kapolri baru menggantikan Timur Pradopo. “Dari visi misinya, dia tampak percaya diri sekali”,ujarnya.
Ahmad Basarah juru bicara Fraksi PDI P saat ditemui terpisah berharap sangat, agar Sutarman sudah bisa memulai kerja dengan posisi baru sebagai Kapolri dengan  baik.
Dikatakan, calon Kapolri Sutarman adalah terbaik dari yang terbaik.”Kami mendukung rekomendasi Presiden yang mengusulkan Komjen Sutarman sebagai Kapolri baru menggantikan Timur Pradopo. Kami tak ingin menampar wajah Presiden dengan menolaknya”, ujar  wakil Sekjen PDI P ini.
Sebelum dipercaya jadi Kabareskrim. Dalam karirnya dia sempat menjadi Kapolda Propinsi Kepri.  Setelah dipercaya menjadi ajudan Presiden Gus Dur pada tahun 2000 lalu. Erwin
Filed in: NASIONAL

Comments are closed.