Home » EKONOMI » Sukses Gelar Jambore Se-Asean, Senior Apresiasi Kinerja BBP Hipmi

Sukses Gelar Jambore Se-Asean, Senior Apresiasi Kinerja BBP Hipmi

346099_jelang-munassus-hipmi_663_382

Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pada wartawan beberapa waktu lalu di kantor HIPMI Jakarta. (Foto:dok)

Jakarta – Para senior Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengapresiasi kepengurusan BPP Hipmi dibawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia. Apresiasi tersebut menyusul suksesnya berbagai program dan kontribusi pemikiran Hipmi bagi pemerintahan Jokowi-JK. Hal tersebut diutarakan Sharif Cicip Sutardjo, salah satu senior Hipmi belum lama ini di Jakarta, dalam keterangannya.

“Upaya yang dilakukan pengurus Hipmi antara lain memperjuangkan lahirnya UU (Undang-Undang) Kewirausahaan (saat ini RUU-nya sedang dibahas di DPR) dan mengadakan acara Jambore HIPMI Perguruan Tinggi Se-ASEAN yang dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari 10 Negara Asean. Melalui kegiatan Jambore, Hipmi ingin menularkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa. Selain itu, pengurus Hipmi mengubah AD/ART Hipmi agar dari Pengurus Pusat hingga Pengurus Kabupaten / Kota memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama,” ujar Cicip yang merupakan Ketua Umum BPP Hipmi 1986-1989 dan Menteri Kelautan dan Perikanan 2011-2014 ini.

Cicip mengatakan, para senior Hipmi mengadakan pertemuan untuk berdiskusi mencari solusi sebagai bahan masukan yang akan disampaikan ke pengurus Hipmi maupun Kadin untuk disampaikan ke pemerintah. Selain Cicip, acara tersebut dihadiri antara lain pengusaha nasional Oesman Sapta Odang, Abdul Latief, Siswono Yudho Husodo, Fahmi Idris, Aburizal Bakrie, Ponco Sutowo, dan Yan Darmadi. Dari 20 senior Hipmi, yang tidak sempat hadir yakni Surya Paloh, Agung Laksono, Yapto S Soerjosemarno, dan Sutrisno Bachir.

Pada pertemuan tersebut, ujar Cicip, para senior Hipmi mengapresiasi pengurus Hipmi yang tetap tegar berjuang untuk kemajuan pengusaha muda meski diwarnai oleh menurunnya perekonomian nasional dan global. Cicip mengatakan, kondisi perekonomian nasional saat ini diwarnai oleh gejolak dan ketidakpastian ekonomi global. “Ketidakpastian ini disebabkan oleh antara lain perdagangan dunia melemah, harga komoditas tetap rendah, dan pasar keuangan kurang stabil. Kondisi ini mempengaruhi perekonomian dalam negeri, di mana pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan. Pertumbuhan ekonomi 2015 hanya 4,79%, melambat dibanding tahun 2014 sebesar 5,02%,” ujar Cicip.

Dikatakannya, perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut cukup menekan dunia usaha nasional. Padahal, saat ini Indonesia sudah ada di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang menuntut dunia usaha memiliki daya saing yang unggul. Menurut The Global Competitiveness Report 2015-2016 yang dikeluarkan Forum Ekonomi Dunia (WEF) daya saing Indonesia tahun 2015 berada di posisi 37 dunia. Daya saing Indonesia kalah dibanding negara ASEAN lainnya, seperti Singapura yang berada di posisi 2, Malaysia (posisi 18), dan Thailand (posisi 32).

Cicip mengatakan, peran Hipmi ke depan dalam perekonomian nasional perlu ditingkatkan. “Saat ini yang masuk 40 orang terkaya Indonesia versi Forbes hanya Aksa Mahmud. Padahal, sebelumnya beberapa alumni Hipmi seperti Aburizal Bakrie, Sandiaga Uno (Saratoga), dan Wishnu Wardhana (Indika) masuk dalam Top 40. Bahkan Aburizal Bakrie pernah dinobatkan sebagai pengusaha terkaya di Indonesia. Sementara di era 80-an, Abdul Latief dan Siswono Yudho Husodo masuk jajaran pengusaha terkaya di Indonesia,” ujar Cicip.

Senior Hipmi berharap, sejumlah pengusaha muda jebolan Hipmi seperti Haryadi Sukamdhani, Muhammad Lutfi, Roosan Roeslani, Erwin Aksa, dan tokoh-tokoh pengusaha Hipmi lainnya bisa ikut bertengger di papan atas pengusaha nasional. “Dengan alumni Hipmi yang tersebar di berbagai bidang, tidak hanya sebagai pengusaha, seperti di pemerintahan, partai politik, ormas, dan berbagai organisasi profesi, diharapkan para alumni dan pengurus Hipmi dapat melakukan sinergi untuk memajukan dunia usaha nasional maupun daerah,” ujar Cicip.

Saat ini tercatat, ada 14 mantan menteri dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan alumni Hipmi. Selain itu, terdapat lebih dari 10 anggota Hipmi yang pernah menjadi gubernur, serta banyak lagi yang menjadi bupati/walikota, DPR-RI, maupun DPRD.

Sejalan dengan Cicip, Oesman Sapta, Wakil Ketua MPR-RI juga mengapresiasi peran Hipmi dalam mendorong kebijakan perekonomian nasional. Pria yang akrab disapa Oso ini menambahkan, keberadaan Hipmi dapat menjadi tulang punggung negara yang baru. Solidaritas yang dimiliki Hipmi dapat meningkatkan kembali jiwa muda pengusaha di Indonesia. “Saya yakin, kalau Hipmi bersatu, sulit organisasi apapun menghadapi kita. Saya yakin yakin organisasi kita solid,” tandas dia.

Sukses Gelar Jambore Se-Asean, Senior Apresiasi Kinerja BBP Hipmi Reviewed by on . [caption id="attachment_15078" align="alignleft" width="300"] Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pada wartawan beberapa waktu lalu di kantor HIP [caption id="attachment_15078" align="alignleft" width="300"] Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pada wartawan beberapa waktu lalu di kantor HIP Rating: 0
scroll to top