Home » Uncatagories » Sebanyak 21.632 Lembar Uang Palsu Di Musnahakan Polda Sumut dan BI

Sebanyak 21.632 Lembar Uang Palsu Di Musnahakan Polda Sumut dan BI

gambar.pnggambar.png

Sebanyak 21.632 Lembar Uang Palsu Di Musnahakan Polda Sumut dan BI

Medan – Thejakaratimes

Sebanyak 21.632 Lembar uang palsu temukan dari setoran Masyarkat dimusnahkan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rabu 14/8 di Mapolda Sumut,

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Agus Andrianto, mengatakan uang rupiah palsu sebanyak 21.632 lembar ditemukan dari setoran masyarakat ke perbankan yang kemudian diklarifikasi ke Bank Indonesia.

Temuan rupiah palsu ini kemudian diserahkan Bank Indonesia ke Direktorat Tindak Pidana Khusus Fismondev Polda Sumatera Utara untuk diamankan sebelum dilakukan pemusnahan hari ini,” kata Agus didampingi oleh para petinggi Perw. BI Provinsi Sumut di Mapolda Sumut,

Kapolda menjelaskan pemusnahan ini terlebih dahulu melewati penelitian keaslian atas uang rupiah di laboratorium Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC).

“Kegiatan pemusnahan rupiah palsu ini juga telah mendapatkan penetapan Pengadilan Negeri Medan Kelas l-A Nomor 01/PEN. PlD/P. MUS/2019/PN. MEDAN, Tanggal 1 Maret 2019,” jelasnya.

“Adapun rincian temuan uang rupiah palsu sebanyak 21.632 lembar sebagai berikut, uang Rp 100.000 ada 8.974 lembar, uang Rp 50.000 ada 11.850 lembar, uang Rp 20.000 ada 636 lembar, uang Rp 10.000 ada 88 lembar, uang Rp 5.000 ada 83 lembar dan uang Rp 2.000 ada 1 lembar,” terang Agus.

Agus mengungkapkan bahwa dalam memerangi peredaran uang palsu Polda Sumatera Utara dan jajaran telah melakukan penanganan kasus uang palsu sebanyak 27 kasus periode 2017 sampai 2019 dengan penyelesaian perkara sebanyak 24 kasus dan 3 kasus masih dalam tahap penyidikan.

“Perlindungan terhadap rupiah dimuat dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Pada pasal 35, 36 dan 37 diatur tentang kejahatan terhadap mata uang Rupiah dalam hal pemalsuan uang rupiah, menyimpan secara fisik uang rupiah palsu, mengedarkan atau membelanjakan uang rupiah palsu, membawa atau memasukkan rupiah palsu ke dalam dan keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengimpor atau mengekspor rupiah palsu, dengan ancaman pidana mulai 10 tahun hingga seumur hidup,” ungkap Kapolda.

Usai melaksanakan paparan tersebut, barang bukti uang palsu kemudian dimusnahkan oleh Kapolda dan Perwakilan BI Sumatera Utara dengan cara dibakar.

Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara mencatat angka temuan uang rupiah palsu di Sumatera Utara mengalami penurunan sejak awal 2019, meski tiga tahun sebelumnya mengalami kenaikan.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, mengatakan tren penurunan temuan uang palsu karena sinergi kuat antara Bank Indonesia, perbankan dan aparat penegak hukum dalam menekan kasus peredaran uang palsu di wilayah Sumatera Utara.

“Sejak Januari hingga Juli 2019, uang rupiah palsu yang ditemukan sebanyak 380 lembar,” ungkap Wiwiek usai pemusnahan uang rupiah palsu di Mapolda Sumut, Rabu (14/8).

Dimana Wiwiek yang mengungkapkan, pada 2016 BI menemukan sedikitnya 3.092 lembar uang palsu, kemudian naik pada 2017 menjadi 5.236 lembar dan naik lagi pada 2018 menjadi 5.480 lembar.

Sebagian besar uang palsu yang ditemukan merupakan rupiah dengan pecahan besar, yakni pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu,” jelasnya.

Menurut Wiwiek, sejak lama BI telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus peredaran uang palsu di masyarakat. Selain itu pihaknya juga gencar mengedukasi masyarakat tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah, termasuk mengenai fitur-fitur keamanan dan keaslian yang tersemat di dalamnyaDengan begitu peredaran uang palsu bisa dicegah atau dilaporkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agus Andrianto mengatakan, pihaknya terus melakukan operasi untuk mempersempit ruang peredaran uang palsu di Sumut. Setiap ada laporan masuk langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Periode 2017-2019 Polda Sumut melakukan penanganan 27 kasus dengan penyelesaian perkara sebesar 24 kasus dan 3 kasus masih dalam tahap penyidikan,” terangnya.

Kapolda juga menambahkan bahwa modus yang digunakan para pengedar uang palsu adalah dengan cara bertransaksi di pintu tol, warung dan minimarket. Biasanya uang palsu yang akan diedarkan itu dibuat ‘kucel’ lebih dulu sehingga bisa tersamar.Mereka juga kerap beroperasi malam hari, untuk menghindari terawangan,” jelasnya [ Binsar Simatupang]

Sebanyak 21.632 Lembar Uang Palsu Di Musnahakan Polda Sumut dan BI Reviewed by on . Sebanyak 21.632 Lembar Uang Palsu Di Musnahakan Polda Sumut dan BI Medan - Thejakaratimes Sebanyak 21.632 Lembar uang palsu temukan dari setoran Masyarkat dimus Sebanyak 21.632 Lembar Uang Palsu Di Musnahakan Polda Sumut dan BI Medan - Thejakaratimes Sebanyak 21.632 Lembar uang palsu temukan dari setoran Masyarkat dimus Rating: 0
scroll to top