Home » Headline » Perlunya Sinergitas Elemen Pembangunan Tangani Usia Lanjut Usia

Perlunya Sinergitas Elemen Pembangunan Tangani Usia Lanjut Usia

Dirjen Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito pada acara pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Lanjut Usia Indonesia di Kemensos Jakarta. (Foto: Ivan)

Dirjen Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito pada acara pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Lanjut Usia Indonesia di Kemensos Jakarta. (Foto: Ivan)

 

JAKARTA — Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito menekankan perlunya sinergitas antar elemen pembangunan, khususnya pemerintah, masyarakat dan seluruh elemen yang menangani lanjut usia untuk mewujudkan lanjut usia Indonesia yang sehat, sejahtera dan bermartabat.

Andi Hanindito mengungkapkan saat ini Indonesia mulai memasuki periode Aging Population dimana terjadi peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah lanjut usia.

“Fenomena ini merupakan dampak dari terjadinya populasi menua yakni semakin besar proporsi lanjut usia terhadap jumlah penduduk suatu negara,” kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia-Kemensos, Andi Hanindito dalam sambutannya pada acara pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Lanjut Usia Indonesia”, di Kemensos Jakarta, Selasa (8/10).

Lebih lanjut Andi Hanindito menjelaskan bahwa data hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018 terdapat 24,49 juta penduduk lanjut usia di Indonesia saat ini. Jumlah tersebut mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk dengan prosentase 9,03% dari jumlah penduduk keseluruhan.

Prosentase tersebut menunjukkan Indonesia sudah dapat dikatakan berstruktur tua, mengingat bahwa suatu negara dikatakan berstruktur tua jika memiliki populasi lanjut usia di atas tujuh persen. Dari total 24 juta jiwa tersebut, kurang lebih 2 juta di antaranya berkategori ‘tidak potensial’.

“Dikatakan tidak potensial karena mereka berada dalam kondisi bedridden atau tidak dapat beraktifitas lagi seperti biasanya, dan secara ekonomi sebagian besar dari mereka tergolong tidak mampu,” tutur Andi.

Untuk itu, Andi Hanindito berharap agar organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, pendidikan tinggi, lembaga tingkat kabupaten/ kota,  lebih progresif dalam bekerja dan bersinergi menyambut fenomena Aging Population tersebut. Sehebat apapun kita, sebanyak apapun anggaran Kementerian Sosial tetap membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen bangsa.

Salah satu pilar sosial yang sangat aktif bergerak di lapangan dalam pelayanan terhadap lanjut usia adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Sudah terbukti pula sejak lama, LKS sebagai ujung tombak penentu keberhasilan pelayanan kesejahteraan sosial lanjut usia.

Telah berkembang juga LKS dengan spesialisasi pelayanan masing-masing, seperti LKS anak, LKS disabilitas, LKS NAPZA, dan LKS Lanjut Usia atau sering disingkat LKS-LU. Ada tiga klasifikasi ranah kegiatan LKS-LU: (1) LKS-LU yang memfokuskan pelayanannya pada pemberian pelayanan langsung pada lanjut usia (direct service); (2) LKS-LU yang fokus pada pengkajian untuk memunculkan ide dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan pada Lanjut Usia; (3) LKS-LU yang fokus pada koordinasi untuk menjembatani antara LKS dengan berbagai pihak seperti Pemerintah, swasta/dunia usaha dan masyarakat.

“Saat ini kita tidak lagi memandang lanjut usia sebagai objek pembangunan melainkan juga sebagai subjek pembangunan. Yakni lanjut usia berhak turut terlibat dan dilibatkan dalam upaya pembangunan. Lanjut usia merupakan figur yang dalam kaitannya dengan kehidupan sosial budaya bangsa dan kehidupan nasional, merekalah sumber daya yang memiliki pengetahuan dan kearifan berdasarkan pengalaman kehidupannya. Kita patut mengapresiasi sekaligus mendayagunakan sebagai bagian dari pembangunan. “Disinilah maksud dari lanjut usia sebagai subjek pembangunan,” ungkapnya.

Sebanyak 200 peserta hadir pada pertemuan ini yang merupakan perwakilan dari Akademisi dan Praktisi di bidang Lanjut Usia, Pemerhati,  Politisi,  Pengurus Forum Komunikasi Lanjut Usia Indonesia, Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia se- Jabodetabek, Pegiat kemanusiaan yang fokus pada lanjut usia, dan Organisasi Sosial. (Ivan)

 

Perlunya Sinergitas Elemen Pembangunan Tangani Usia Lanjut Usia Reviewed by on . [caption id="attachment_23229" align="alignnone" width="300"] Dirjen Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito pada acara pertemuan Koordinasi dan Sinkron [caption id="attachment_23229" align="alignnone" width="300"] Dirjen Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito pada acara pertemuan Koordinasi dan Sinkron Rating: 0
scroll to top