Home » Headline » Perjuangan Yulisiane dan Rudi Mencari Keadilan di PN Jakarta Pusat

Perjuangan Yulisiane dan Rudi Mencari Keadilan di PN Jakarta Pusat

Suasana persidangan

Suasana persidangan di PN Jakarta Pusat (Dok)

JAKARTA – Perseteruan antara Bank Sinar Mas Cabang Mangga Dua dengan salah satu debiturnya yang diawali dengan pemberian fasilitas kredit kepada Yulisiane Sulistyawati dan Rudi Susiawan, berujung pada gugatan pidana terhadap kedua terdakwa.

Perkara No 626/Pid.B/2018/PN.Jkt.Pst dan No 626/Pid.B/2018/PN.Jkt.Pst telah memasuki persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam persidangan itu Jaksa Rianiuly N tetap pada tuntutannya bahwa para terdakwa, telah melanggar pasal 378 Tindak Pidana Penipuan dan/atau Penggelapan dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada kedua terdakwa, dengan pidana penjara selama empat tahun potong masa tahanan selama sidang.

Tuntutan maksimal tersebut dinilai penasehat hukum terdakwa sangat berlebihan tanpa memperhatikan fakta persidangan dan para saksi ahli yang menyatakan bahwa perkara tersebut adalah murni perdata dalam perjanjian pemberian fasilitas kredit dari Bank Sinar Mas kepada debiturnya.

“Sebagai penasehat hukum terdakwa kami menilai Jaksa Penuntut Umum, tidak memahami duduk permasalahan kasus ini. Semua bukti dan saksi sangat jelas menyatakan bahwa perkara ini perdata. Seharusnya dengan penyitaan atas jaminan harta benda yang diupayakan dalam kasus ini, bukan memperkarakan dengan pidana.  Akibatnya kedua klien kami dituntut dengan tindak pidana pasal 378, tanpa mempertimbangkan fakta-fakta persidangan dan keterangan para saksi ahli yang semua menyatakan sebagai perkara perdata,” ujar Guntur Satrio Wibawa SH, seusai persidangan di PN Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Mencari Keadilan

Senada dengan kuasa hukumnya, Yulisiane menyatakan bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam kasus ini, sangat tidak adil serta tidak memperhatikan itikad baik yang telah dilakukan dirinya terhadap para penggugat agar dapat menyelesaikan kasus yang mendera dirinya.

“Saya merasa tidak diperlakukan dengan adil oleh Jaksa Penuntut Umum, padahal saya telah menyerahkan aset pribadi berupa lahan di kawasan, Puncak Bogor, Jawa Barat sebagai itikad baik kepada Bank Sinar Mas. Serta permohonan kepada Majelis Hakim untuk penundaan penahanan dikarenakan menderita sakit, tidak dikabulkan oleh hakim,”ujar Yulisiane kepada awak media yang meliput.

Atas tuntutan tersebut dirinya telah berkonsultasi dengan penasehat hukum, untuk menyiapkan berkas pledoi atau pembelaan secara pribadi. Harapannya agar Mejelis Hakim dapat lebih obyektif dan dalam menilai kasus yang dijalaninya, sehingga dapat menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya. (Jay)

 

 

 

 

Perjuangan Yulisiane dan Rudi Mencari Keadilan di PN Jakarta Pusat Reviewed by on . [caption id="attachment_21853" align="alignnone" width="300"] Suasana persidangan di PN Jakarta Pusat (Dok)[/caption] JAKARTA – Perseteruan antara Bank Sinar Ma [caption id="attachment_21853" align="alignnone" width="300"] Suasana persidangan di PN Jakarta Pusat (Dok)[/caption] JAKARTA – Perseteruan antara Bank Sinar Ma Rating: 0
scroll to top