Home » Headline » Peradilan Sesat Rugikan Investor Asing

Peradilan Sesat Rugikan Investor Asing

Tim penasehat hukum saat mendampingi Yu Jing, dalam Siang put us an di PN Jakarta Utara. (Foto: Ist)

Tim penasehat hukum saat mendampingi Yu Jing (didampingi penyerjemah), dalam sidang putusan di PN Jakarta Utara. Rabu (6/3) (Foto: Ist)

JAKARTA  Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib yang dialami Direktur Utama PT MMHL Yu Jing. Dalam perkara pidana No 1443/Pic.B/2018/PN. Jkt. Utr pada PN Jakarta Utara oleh majelis Hakim yang diketuai Sutedjo Bomantoro, di vonis bersalah melakukan Tindak pidana penggelapan, sebagaimana diatur dalam pasal 374 KUHP Jo. 64 KUHP, menghukum Yu Jing dengan 3 tahun penjara.

Melalui kuasa hukumnya, Anton Indradi, mengaku kecewa dengan sikap penegak hukum di Indonesia yang dinilai telah mengkriminalisasi kliennya, karena menjual saham di perusahaan yang telah didirikannya sendiri di Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak 2006 silam.

Indra menjelaskan, kliennya telah sepakat untuk menjual 51 persen saham kepada perusahaan asal Singapura bernama ARL senilai US$ 153 juta pada 2015. Kemudian, pembelian saham tersebut juga akan dibayarkan secara bertahap pada akhir 2015-awal 2016 dari PT ARL kepada PT MMHL untuk pertambangan batu bara di Sungai Pinang, Banjar, Kalsel.

“ARL ini baru mengirimkan dananya sebagian dari seluruh perjanjian bersama, ujar Anton Indradi, dari firma hukum Yan Apul & Rekan, di Jakarta, Rabu, (13/3/2019).

Dana tersebut, menurut Indra, telah dikirimkan PT ARL kepada PT MMHL ke dalam rekening yang dibuat PT ARL sendiri tanpa sepengetahuan kliennya. Teguh menjelaskan, pada Juni 2016, PT ARL melaporkan Yu Jing atas tuduhan penggelapan uang.

“Sebelumnya, kantor dan tambang milik Yu Jing juga telah direbut dan dikuasai secara paksa oleh PT ARL, sehingga pemilik resmi dan karyawan tidak bisa masuk untuk melakukan aktivitasnya,” jelas Anton.

Lebih lanjut, Indra menjelaskan, perusahaan milik Yu Jing itu sudah membuahkan hasil tambang cukup besar dan berhasil memproduksi 1-2 juta metrik ton hasil tambang per bulan di Kalsel.

Saat ini, perkara tersebut sudah diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut). Menurut Indra, Yu Jin dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan tuntutan maksimal yaitu 5 tahun kurungan penjara atas tuduhan yang dilayangkan PT ARL.

“Justru Klien kami Yu Jing ini telah berhasil menemukan tambang batu bara di Kalsel dan telah mengeluarkan biaya cukup besar sejak beberapa tahun lalu,” ujar Anton.

Anton sebagai penasehat hukum You Jing berharap pemerintah tidak menutup mata terkait perkara yang menjerat kliennya. Pasalnya

“Tuntutan JPU cukup maksimal yaitu 5 tahun penjara dan ini juga yang mengherankan tuntutannya sama sekali tidak memperhatikan fakta persidangan,” jelas Anton.

Atas putusan PN Jakarta Utara tersebut, Tim penasehat hukum Yu Jing yang beranggotakan Teguh Samudra, Renita Girsang, Anton Indradi, Dwi Heru Nugroho, langsung mengajukan banding. (Jay)

 

Peradilan Sesat Rugikan Investor Asing Reviewed by on . [caption id="attachment_22342" align="alignnone" width="300"] Tim penasehat hukum saat mendampingi Yu Jing (didampingi penyerjemah), dalam sidang putusan di PN [caption id="attachment_22342" align="alignnone" width="300"] Tim penasehat hukum saat mendampingi Yu Jing (didampingi penyerjemah), dalam sidang putusan di PN Rating: 0
scroll to top