Home » Featured » Pakar: Dukung Pemerintah Bentuk BCN Bebas Intervensi Asing

Pakar: Dukung Pemerintah Bentuk BCN Bebas Intervensi Asing

PratamaJakarta – Kabar pemerintah menggandeng Central Intelligence Agency (CIA) dalam pembentukan Badan CyberNasional (BCN) memang mengundang banyak kontroversi. Bahkan dari berita yang beredar pemerintah menggandeng CIA untuk mengawasi komunikasi masyarakat lewat big data.

Namun rumor ini buru-buru ditepis oleh Menkopolhukam yang baru dilantik, Luhut Panjaitan. Menkominfo Rudiantara juga menguatkan argumen bahwa tidak ada rencana pemerintah untuk menggandeng pihak asing, terutama CIA.

Dalam keterangan persnya Rabu (26/8), pakar keamanan cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa sudah seharusnya pemerintah mengurangi bahkan sama sekali tidak menggandeng asing dalam pembentukan BCN ini.

“Dalam era serba digital ini peran dan wewenang BCN akan sangat besar sekaligus strategis. Kita perlu apresiasi pemerintah yang menegaskan tidak ada keikutsertaan asing dalam pembentukan BCN,” jelas mantan ketua IT Kepresidenan ini.

Lebih lanjut Pratama menjelaskan bahwa peran BCN nantinya tidak hanya mengoordinasikan lembaga-lembaga terkait keamanan cyber, lebih jauh BCN ini berperan sebagai penjaga kedaulatan NKRI di wilayah cyber.

“Dengan pemakai internet lebih dari 80 juta orang di Indonesia, ini harus diimbangi dengan adanya lembaga yang kuat dan bebas dari kepentingan asing. Bayangkan bila nantinya BCN banyak mendapat intervensi asing, data dan informasi penting negara bisa mudah bocor,” tegasnya.

Kemungkinan BCN baru terbentuk pada tahun 2016, terbilang terlambat bila dibanding negara tetangga seperti Singapura. Dengan situasi banyaknya kasus peretasan dan pembobolan perbankan misalnya, negara memang dituntut segera merealisasikan terbentuknya BCN.

“Kita dituntut segera merealisasikan pertahanan cyber yang kuat dan satu hal yang cukup penting adalah menggunakan sumber daya dalam negeri. Baik prasarana dan SDM-nya,” jelasnya.

Pratama melihat kerjasama e-Government dengan Singapura bisa menjadi pelajaran. Ditambahkan olehnya agar pembentukan BCN bisa seminimal mungkin melibatkan asing.

“Urusan teknologi sebenarnya anak bangsa sudah setara, bahkan bisa dibilang banyak yang lebih jago. Tinggal sekarang untuk mewujudkan BCN dan pertahanan cyber yang kuat pemerintah berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang memadai dan memaksimalkan sumber daya dalam negeri,” terang Pratama.

Komisi 1 DPR RI sendiri lebih condong untuk memaksimalkan lembaga yang sudah ada, dibanding membentuk BCN. Perlu dialog lebih lanjut agar pemerintah dan DPR bisa sejalan dalam mewujudkan sistem pertahanan cyber yang mumpuni.

“BCN memang masih harus menempuh jalan panjang, terutama soal posisi dan urgensinya. Namun perlu diingat bahwa sebuah negara yang tidak lagi mampu mengamankan jalur komunikasi maupun wilayah cybernya, maka ancaman penjajahan gaya baru jelas berdiri di depannya,” tegas ketua lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini. (Thejakartatimes/R8)

Editor: Elvis Sendouw

Pakar: Dukung Pemerintah Bentuk BCN Bebas Intervensi Asing Reviewed by on . Jakarta - Kabar pemerintah menggandeng Central Intelligence Agency (CIA) dalam pembentukan Badan CyberNasional (BCN) memang mengundang banyak kontroversi. Bahka Jakarta - Kabar pemerintah menggandeng Central Intelligence Agency (CIA) dalam pembentukan Badan CyberNasional (BCN) memang mengundang banyak kontroversi. Bahka Rating: 0
scroll to top