Home » Headline » Kuasa Hukum Praperadilankan Polres Lumajang Serta Gugat OJK Dinilai Rugikan Kliennya

Kuasa Hukum Praperadilankan Polres Lumajang Serta Gugat OJK Dinilai Rugikan Kliennya

M. Solihin selaku kuasa hukum PT. Amoeba Internasional. (Foto: Sony)

M. Solihin selaku kuasa hukum PT. Amoeba Internasional. (Foto: Sony)

JAKARTA – Pasca dikeluarkannya pelarangan beroperasinya PT. Amoeba Internasional menjalankan usahanya di sektor perdagangan jaringan atau Multy Level Marketing (MLM) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihak manajemen PT. Amoeba dalam hal ini melalui kuasa hukumnya akan menggugat OJK.

“Kita akan menggugat OJK atas dilarangnya PT. Amoeba Internasional menjalankan usahanya di bidang perdagangan jaringan atau MLM, kalau memang sistem jaringan atau MLM tidak diperbolehkan, ya semua usaha jaringan MLM bubarkan juga dong, jadi jangan ada tebang pilih disini” kata M. Solihin selaku kuasa hukum PT. Amoeba Internasional kepada awak media di Jakarta, Jumat, (1/11/2019).

Kuasa hukum Gita Hartanto sebagai pemohon I dan Hendri Faizal sebagai pemohon II yakni M Solihin telah melayangkan gugatan praperadilan serta penuntutan ganti rugi sebesar Rp100 miliar ke Polres Lumajang terkait dengan penyitaan barang yang diduga polisi terkait bisnis Q-net.

Sebelumnya diberitakan pihak polres Lumajang, Jawa Timur telah menerima pengaduan dari beberapa orang yang merasa di iming-imingi oleh PT. Amoeba seakan investasi bodong sehingga bisa menjadi kasuistik.

PT. Amoeba Internasional adalah yang beraviliasi dengan PT. QNet Internasional produk yang dijual seperti Cakra dan lain-lain.

Lebih lanjut, pihaknya juga melayangkan keberatan dalam perkara tersebut. Mabes Polri yang sebelumnya telah mengusut perkara tersebut telah menghentikan penyidikan pada 2018, sedangkan Polda Jatim pada 2017 dengan perkara yang sama.

“Pertanyaan kami, dasar apa Polres Lumajang melakukan penyelidikan sementara perkara yang sama sudah dihentikan. Tentang perdagangan artinya ada upaya paksa di luar prosedur hukum acara dilanggar penyidik. Saksi juga tidak di Lumajang, ada yang di Jatim, Jateng, Riau,” kata dia.

Ia mengakui, kliennya adalah saksi dalam perkara tersebut. Namun, pihaknya menyayangkan terkait dengan penyitaan yang telah dilakukan polisi. PT Amoeba Internasional dengan bisnisnya kerjasama menjual barang dan semua ada izinnya.

“PT. Amoeba Internasional menjual produk-produk dari dari PT. QNet Internasional ke masyarakat melalui jaringan MLM, jadi bukan usaha bentuk investasi atau investasi bodong atau money game, OJK sudah menyatakan PT. QNet Internasional legal, ijin perdagangan ada, lalu kenapa tiba-tiba OJK membuat surat yang dasarnya melarang PT Amoeba Internasional beroperasi dengan alasan temuan di lapangan yang terjadi di Lumajang” tambah Solihin.

Beberapa waktu lalu telah dilakukan penggeledahan dan penyitaan oleh Tim Cobra dari Satreskrim Polres Lumajang, Tim Cobra menggeledah dan menyita sejumlah barang milik Gita Hartanto dan Hendri Faizal di rumah Dusun Cangkring RT 2 RW 3 Desa Titik, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Barang-barang itu dinilai tidak ada hubungannya dengan perkara yang saat ini ditangani Polres Lumajang.

Badan hukum dari Q-net juga sah, termasuk PT Akademi Wirausaha Indonesia juga sah, bahkan dirinya juga mengklaim OJK juga menyatakan bahwa perusahaan itu sah menjalankan kegiatan di Indonesia.

Ini merupakan pengembangan kasus QNet Internasional di Lumajang dan Madiun, yang kemudian mengarah pada PT Amoeba Internasional, Kediri yang diduga melakukan penipuan berkedok bisnis multilevel marketing (MLM) di Lumajang.

PT Amoeba Internasional, berafiliasi dengan PT Q-net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan tersebut. Dalam sistem kerjanya, anggota baru diwajibkan mencari dua anggota dan setiap anggota ditugaskan hal yang sama dengan merekrut yang baru. Mereka dijanjikan uang jika berhasil merekrut anggota baru. (Abi)

 

Kuasa Hukum Praperadilankan Polres Lumajang Serta Gugat OJK Dinilai Rugikan Kliennya Reviewed by on . [caption id="attachment_23399" align="alignnone" width="300"] M. Solihin selaku kuasa hukum PT. Amoeba Internasional. (Foto: Sony)[/caption] JAKARTA - Pasca dik [caption id="attachment_23399" align="alignnone" width="300"] M. Solihin selaku kuasa hukum PT. Amoeba Internasional. (Foto: Sony)[/caption] JAKARTA - Pasca dik Rating: 0
scroll to top