Home » Headline » KNPI Galang Solidaritas Pemuda Internasional untuk Rohingya

KNPI Galang Solidaritas Pemuda Internasional untuk Rohingya

Aksi unjuk rasa save Rohingya. (Foto/Ist)

Aksi unjuk rasa save Rohingya. (Foto/Ist)

download (1)

Jakarta – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) turut prihatin dan menyesalkan atas konflik sosial-politik di Myanmar yang berujung pada pembantaian etnis Rohingnya.

DPP KNPI telah mencermati secara seksama laporan berikut informasi dari berbagai sumber terpercaya yang telah bahwa Militer Myanmar telah melakukan genocide terhadap etnis Rohingnya. KNPI menganggap melalui operasi militer besar-besaran, etnis Rohingnya menjadi sasaran pembantaian massal.

Ketua Umum DPP KNPI 2015-2018, Muhammad Rifai Darus mengatakan, bahwa Pemerintah Myanmar telah menerapkan kebijakan isolatif dan diskriminatif begitu lama terhadap etnis Rohingnya yang mayoritas menghuni wilayah Rakhine.

Sejak lama, etnis Rohingnya hidup terisolir dan jauh dari taraf hidup layak. Jauh dari akses kesehatan, pendidikan, pekerjaan hingga ketersediaan pangan.
“Kebijakan tersebut memicu pemberontakan dan perlawanan kaum militan Myanmar yang melegitimasi pemerintah Myanmar melakukan operasi militer dan menjurus pada genocide etnis Rohingnya,” kata Rifai, dalam press release yang diterima redaksi The Jakarta Times, Minggu (03/09/2017).

Menurut Rifai, ada dugaan, bahwa wilayah Rakhine merupakan daerah yang menyimpan kandungan mineral cukup kaya dibanding kawasan lain di Myanmar. Diduga kuat, kebijakan diskriminatif dan mengisolasi etnis Rohingnya di Rakhine sekian lama hingga berujung pada operasi militer dilatari motif ekonomi-politik di wilayah tersebut.

“Kesimpulan kami, faktor agama maupun etnis, bukan faktor tunggal pemicu konflik sosial-politik di Myanmar. Informasi dari European Rohingya Council (ERC) menyebutkan antara 2.000 dan 3.000 Muslim Rohingya terbunuh di negara bagian Rakhine hanya dalam waktu tiga hari, dari Jumat hingga Minggu lalu,” tutur Rifai.

Lebih lanjut menerangkan, laporan dari UN Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) 2017 didapati sedikitnya 60.000 warga etnis Rohingnya memilih mengungsi dari daerah konflik. Sebanyak 64 persen etnis Rohingnya mengalami penyiksaan fisik maupun mental, sedangkan 52 persen perempuan Rohingnya dilaporkan mengalami pemerkosaan atau kekerasan seksual

Terhitung paska kerusuhan sampai Jumat 25 Agustus 2017, dilaporkan 2000 warga Rakhine telah berhasil menyebrang ke Bangladesh. Dari angka ini, tidak semua pengungsi diterima oleh pemerintah Bangladesh.

“Saat ini 1,1 juta warga Muslim Rakhine masih hidup dalam situasi yang tak aman. Mereka berada di antara gerakan militan Harakah al-Yakin, serta serangan tentara. Sementara mereka yang berada di pengungsian juga tak lebih baik nasibnya,” terang Rifai.

Laporan WHO awal tahun ini mengabarkan, lebih dari 80.000 anak usia di bawah lima tahun yang berada di pengungsian di Bangladesh berada dalam kondisi kelaparan.

Terkait hal itu, DPP KNPI bersama dengan jaringan pemuda ASEAN akan melakukan langkah dan aksi antara lain;

Membentuk tim (pemuda) lintas negara guna melakukan penanganan terhadap pengungsi Rohingnya yang terjebak dalam konflik atau daerah-daerah perbatasan.

DPP KNPI dan jaringan pemuda ASEAN akan mendesak kepada otoritas ASEAN untuk menyediakan wilayah-wilayah khusus yang dijadikan daerah penampung para pengungsi.

“Kami mendesak otoritas ASEAN untuk memberi kecaman keras dan menghentikan Myanmar melakukan aksi kekejaman militer terhadap etnis Rohingnya. Serta mendesak otoritas ASEAN untuk membekukan atau mengeluarkan Myanmar dari status keanggotaannya di ASEAN,” tegasnya.

Rifai menyatakan, dalam pertemuan pemuda ASEAN di Bali nanti dan di Malaysia, DPP KNPI akan meminta kepada seluruh pemuda untuk bergerak bersama-sama meminta serta mendesak konsulat-konsulat Myanmar yang tersebar di negara-negara ASEAN untuk bersikap dan menghentikan aksi brutal pemerintahan Myanmar.

“Kami meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk fokus pada penanganan pengungsi dan mendesak negara-negara ASEAN untuk bertindak dan bergerak bersama menghentikan aksi kekejaman Pemerintah Myanmar,” pinta Rifai.

Menurutnya, tanpa harus melihat aspek intervensi terhadap kebijakan sebuah negara, tindakan kejahatan atas nama kemanusiaan telah melanggar prinsip dan nilai-nilai kemanusiaan yang berlaku universal dan harus disikapi bersama dengan negara-negara ASEAN.

Berkaca pada situasi tersebut, DPP KNPI menyatakan sikap sebagai berikut:
1. KNPI meminta Pemerintah Indonesia, ASEAN dan PBB untuk melihat bahwa unsur kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar tidak sebatas pada operasi (militer) pembantaian semata. Tetapi juga kebijakan diskriminatif yang membawa penderitaan begitu lama bagi etnis Rohingnya.

2. Meminta kepada otoritas PBB untuk melakukan intervensi dan mendesak Pemerintah Myanmar membuka akses bantuan untuk pengungsi. Kami meminta PBB untuk menerbitkan resolusi konflik untuk menengahi kebijakan totaliter militer Myanmar dan perlawanan kelompok pemberontak

3. Mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk tidak membiarkan aksi persekusi pemerintahan Myanmar terhadap etnis Rohingnya berkepanjangan. Mengingat, konflik di Myanmar berpotensi akan mengancam stabilitas ekonomi, sosial, politik, ketahanan dan keamanan di kawasan Asia Tenggara

4. Mendesak Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court – ICC) untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas praktik genosida terhadap etnis Rohingya di Myanmar

5. DPP KNPI akan menggalang dukungan jaringan pemuda regional dan Internasional untuk solidaritas kemanusiaan etnis Rohingnya.

“KNPI meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk fokus pada penanganan pengungsi dan mendesak negara-negara ASEAN untuk bertindak dan bergerak bersama menghentikan aksi kekejaman Pemerintah Myanmar,” tegas Rifai.  *(Thejakartatimes/Elvis).

Editor: Won

KNPI Galang Solidaritas Pemuda Internasional untuk Rohingya Reviewed by on . [caption id="attachment_18916" align="alignnone" width="600"] Aksi unjuk rasa save Rohingya. (Foto/Ist)[/caption] Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Na [caption id="attachment_18916" align="alignnone" width="600"] Aksi unjuk rasa save Rohingya. (Foto/Ist)[/caption] Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Na Rating: 0
scroll to top