Home » EKONOMI » HIPMI Minta Bela Negara Dalam Bentuk Pertahanan Ekonomi

HIPMI Minta Bela Negara Dalam Bentuk Pertahanan Ekonomi

IMG_4731

M. Arief Rosyid (Ketum PB HMI), Ferry Joko Juliantono (Waketum DPP Gerindra), Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia, Amung Ma’mun (Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora), Anggawira Ketua BPP HIPMI Bidang Organisasi , Pengusaha Muda M Hadi Nainggolan bergandeng tangan dalam Forum Dialog HIPMI dengan mengankat tema ”Bela Negara dalam Perspektif Pengusaha Muda” di Jakarta, Kamis (29/10). (Foto: Elvis Sendouw)

Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai ancaman yang dihadapi Indonesia saat ini bukan berasal dari sebuah ancaman perang melainkan ancaman ekonomi. Oleh karena itu Ketua HIPMI, Bahlil Lahadalia, ingin pemerintah mendorong anak muda menjadi pengusaha.

“Ancaman sebenarnya berupa ancaman ekonomi bukan ancaman geografis. Oleh karena itu kenapa pemerintah tidak membuat regulasi mendorong anak muda menjadi pengusaha muda,” kata Bahlil dalam acara Forum Dialog HIPMI dengan tema ”Bela Negara dalam Perspektif Pengusaha Muda” di Jakarta, Kamis (29/10).

Bahlil menyatakan bahwa mereka sudah berbicara kepada Menhan perihal konsep bela negara tersebut, tetapi pandangan HIPMI tidak digubris.

“Kami beberapa moment sudah bicara ke Menhan baris berbaris itu tidak penting bagi masyarakat, yang penting itu kesejahteraan. Kami sudah sering menyampaikan tetapi pandangan HIPMI tidak digubris, mungkin tidak dianggap penting,” lanjutnya.

Data diperolehnya, jumlah pengusaha muda saat ini baru menyentuh angka 1,4 persen dari total penduduk. Jumlah itu tentunya dianggap masih kurang. Sebab, idealnya Indonesia memiliki 2 persen pengusaha muda.

Bahlil mengatakan dirinya berharap pemerintah lebih menitik beratkan pada pengembangan pengusaha muda Indonesia dibanding dananya digunakan untuk merekrut orang-orang yang tidak berkompeten di bidang ekonomi.

Dia menilai, jika hanya sedikit pemuda akan menjadi wiraswasta maka menimbulkan pengangguran intelektual. Kondisi ini mengancam mahasiswa dari kampus seluruh tanah air.

“83 persen mahasiswa memilih jadi karyawan. Anak muda itu agen perubahan, artinya siap-siap mahasiswa ini akan menjadi pengangguran intelektual. Seluruh kampus dari Aceh sampe Papua menjadi penghasil sampah intelektual,” terangnya.

Dalam Forum Dialog HIPMI tersebut hadir juga M. Arief Rosyid (Ketum PB HMI), Ferry Joko Juliantono (Waketum DPP Gerindra), Amung Ma’mun (Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Pemuda dan Olahraga Kemenpora), Kolonel Edy Yulianto (Perwakilan Menteri Pertahanan dan Keamanan) dan Pengusaha Muda M. Hadi Nainggolan.

HMI: Konteks Bela Negara Perlu Dikaji Ulang

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Arief Rasyid menyatakan konteks bela negara harus dikaji ulang pada tahun 2015 ini. Selain kaitannya dengan konteks politik dan pertahanan, saat ini bela negara dalam konteks ekonomi harus ditingkatkan.

“Sumatra dan Jawa hampir 80% anak mudanya berkumpul disini. Maka pembangunan itu ada disini. Penggeraknya disini,” ujar Arief dalam diskusi publik bertajuk ‘Bela Negara Dalam Perspektif Pengusaha Muda’ di wilayah Pancoran, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa dari sisi jumlah anak muda. Kekuatan tersebut harus bisa dimaksimalkan untuk membentuk dan mendorong mereka turut serta dalam memajukan bangsa terutama dari sisi ekonomi.

“Kita harus bawa keluar apa yang ada di Indonesia untuk bersaing di dunia luar. 66 juta anak muda Indonesia. Anak muda agent of change,” ujarnya.

Arief menambahkan, kalau anak muda Indonesia kuat, Indonesia tidak harus berpikir tentang bela negara. Yang seharusnya menjadi fokus perhatian adalah bagaimana memanfaatkan potensi anak muda yang ada saat ini untuk menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia. (Thejakartatimes/R8)

Editor: Elvis Sendouw

HIPMI Minta Bela Negara Dalam Bentuk Pertahanan Ekonomi Reviewed by on . [caption id="attachment_13420" align="alignnone" width="600"] M. Arief Rosyid (Ketum PB HMI), Ferry Joko Juliantono (Waketum DPP Gerindra), Ketua Umum BPP HIPMI [caption id="attachment_13420" align="alignnone" width="600"] M. Arief Rosyid (Ketum PB HMI), Ferry Joko Juliantono (Waketum DPP Gerindra), Ketua Umum BPP HIPMI Rating: 0
scroll to top