Home » Headline » Bermain dan Bercerita Tumbuhkan Budaya Literasi Anak

Bermain dan Bercerita Tumbuhkan Budaya Literasi Anak

Pendiri Kelompok Pecinta Bacaaan Anak (KPBA), Dr. Murti Bunanta , SS, M.A, Ilustrator buku-buku cerita anak Mira Widhayati dan penulis/pegiat literasi Galuh Larasati di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, 12/11/19. Terus Memotivasi anak agar terus gemar membaca ini memberikan edukasi kepada orang tua si anak. (Foto : Ojay)

Pendiri Kelompok Pecinta Bacaaan Anak (KPBA), Dr. Murti Bunanta , SS, M.A, Ilustrator buku-buku cerita anak Mira Widhayati dan penulis/pegiat literasi Galuh Larasati di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, 12/11/19. Terus Memotivasi anak agar terus gemar membaca ini memberikan edukasi kepada orang tua si anak. (Foto : Ojay)

JAKARTA  –  Dongeng menjadi salah satu media edukasi yang kreatif, menyenangkan , dan menambah wawasan. Melalui penanaman budaya literasi sejak dini sudah dirintis pemerintah sebagai upaya mendekatkan masyarakat dengan bahan bacaan. Dongeng juga bagian warisan para leleuhur yang harus dilestarikan dari generasi ke generasi. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan dan memotivasi anak agar gemar membaca, salah satuanya lewat kegiatan “Bermain Dengan Cerita”.

Ini menjadikan secar sederhana, Literasi dimaknai sebagai kemampuan mengenal abjad, dan numerik (angka) yang terangkum lewat kemahiran membaca, menulis dan berhitung (read, write and arithmatic).

Tema Dongeng kali ini “Bermain Dengan Cerita” yang diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari kalangan Komunitas Pedongeng, Taman Baca Masyarakat (TBM), Forum Perpustakaan Sekolah gru-guru PAUD, pemerhati literasi, Pustakawan, dan Masyarakat umum. Narasumber yang hadir dari dalam dan luar negeri yaitu antara lain, Pedongeng Internasional Margaret Read MacDonald, Alton Takiyama Chung, Pendiri Kelompok Pecinta Bacaaan Anak (KPBA), Dr. Murti Bunanta , SS, M.A, Ilustrator buku-buku cerita anak Mira Widhayati dan penulis/pegiat literasi Galuh Larasati di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, (12/11/19).

“Ada empat poin dasar pemahaman literasi. Pertama , literasi adalah kemampuan seseorang mengumpulkan informasi dari sumber bacaan dan bahan lainnya. Kedua, Literasi adalah kemampuan seseorang memahami yang tersirat dari yang tersurat. Ketiga Literasi merupakan kemampuan mengemukakan ide sesuai informasi dan pengetahuan yang dimiliki. Dan yang keempat, literasi adalah kemampuan seseorang atau lembaga atau korporasi untuk menghasilkan barang atau jasa sesuai informasi dan pengetahuan yang dimiliki, ” Ucap Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando.

Hal yang sama juga di katakan, Dr Murti Bunanta, melalui kebiasaan membaca ini dapat memberikan pengetahuan tentang cerita atau isi dari buku yang diresapi agar pengetahuan yang telah di baca dapat kita salurkan kepada anak-anak untuk mendongeng atau bercerita apa telah dibaca.

kegiatan ini harus terus ditanamkan kepada generasi penerus yaitu anak-anak sehingga kebiasaan mendidik degan bacaan yang menarik dapat menumbuh kembangkan pengetahuan akan informasi yang sesuai pada zaman takkan terlupakan, ” Ujarnya.

Dr. Murti Bunanta,S.S, M.A. Pendiri Kelompok Pecinta Bacaaan Anak (KPBA)

Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Komunitas Pencinta Bacaan Anak (KPBA) juga bermanfaat untuk membangun kontruksi budaya literasi keluarga dan masyarakat. Ada keingintahuan mendengarkan cerita-cerita menarik, sedangankan  pada sisi lain , fungsi otak akan makin terasah dengan cara berfikir efektif, kreatif dan imajinatif sehingga menimbulkan sikap peduli terhadap orang lain dan lingkungan.

“Dengan kata lain di akhir kegiatan ini , para peserta nantinya diharapakan dapat menjadi influencer ataupun motivator dalam menumbuhkembangkan kegemaran membaca di lingkungan dan masyarakat, ” Tuturnya.

Kegiatan workshop ini ditujukan bagi para guru PAUD, agar dapat bercerita atau mendongeng dengan menarik dari sebuah naskah cerita anak.dalam pemaparan kami jelaskan, bagaimana sebuah naskah cerita rakyat dibawakan oleh seorang guru dengan kreativitas penggambarannya agar mudah dilihat oleh anak. Memberi ruang bagi para guru, dengan bercerita dengan menarik ditambah gaya ekspresif disertai alat peraga yang kreatif sehingga anal-anak berminat untuk membaca bukunya,” pungkas Murti. (Jay)

Bermain dan Bercerita Tumbuhkan Budaya Literasi Anak Reviewed by on . [caption id="attachment_23457" align="alignnone" width="300"] Pendiri Kelompok Pecinta Bacaaan Anak (KPBA), Dr. Murti Bunanta , SS, M.A, Ilustrator buku-buku ce [caption id="attachment_23457" align="alignnone" width="300"] Pendiri Kelompok Pecinta Bacaaan Anak (KPBA), Dr. Murti Bunanta , SS, M.A, Ilustrator buku-buku ce Rating: 0
scroll to top